Tepatnya tanggal 31 Desember 2018 di Desa Jojogan Kecamatan Watukumpul Pemalang megadakan perayaan menjelang pergantian tahun baru 2019 di Lapangan Utama Gelora Bung Karnen Desa Jojogan.

Acara tersebut di isi dengan acara-acara kebudayaan dan Pesta 1.000 Lampion, yang di motori oleh pemuda pemudi yang tergabung dalam salah satu wadah pengembang kreasi pemuda yaitu Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Jojogan.

Acara dibuka dengan beberapa tarian yang khas menjadi budaya di Desa Jojogan duantaranya pementasan ebeg/kuda kepang yang sering ditampilkan di Desa Jojogan dan menjadi sebuah rutinitas pengisi acara di setiap event kebudayaan pada khususnya.

Kemudian di sambut pula dengan tarian khas Jawa Tengah yaitu tari Gambyong yang di mainkan oleh salah satu anggota karang taruna Tunas Bangsa, kemudian setelah dari itu di lanjutkan di isi oleh sepatah demi patah kata sambutan dari bapak Camat Watukumpul Bapak Umroni, S.H., M.H, beliau menyampaikan agar acara seperti ini layaknya dapat di ikuti oleh Desa-desa lain di Kecamatan Watukumpul pada umumnya.

Kemudian di sambung dengan sambutan Kepala Desa Jojogan Bapak Irman Faozi selaku Kepala Desa Terpilih pada Periode 2018-2023, beliau sangat menjunjung tinggi dan memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Jojogan agar nantinya kegiatan seperti ini dapat di jalankan secara rutin dan dapat berkembang ke acara yang lebih besar lagi.

Selanjutnya di tambah oleh sambutan ketua pelaksana kegiatan Gemerlap Bumi Jojogam, setelah itu hal yang menarik dari kegiatan ini selain pelepasan 1.000 lampionnya juga tidak kalah menarik yaitu kreasi dari pemuda pemudi Karang Taruna Tunas Bangsa dengan menampilkan colosal tarian Brendung, tarian brendung merpakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Jojogan dalam hal untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan hujan yang menyirami ladang tani di masyarakat Desa Jojogan.

Pelepasan 1.000 Lampion

Setelah penampilan Colosal dilanjutkan dengan pelepasan 1.000 lampion dengan secara bersamaan, sangatlah indah dilihat ketika 1.000 lampion diterbangkan bersamaan di langit Bumi Jojogan, menjadi suatu daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan lokal maupum internasional untuk datang ke Desa Jojogan.

Selain dari rentetan acara yang bernuansa budaya dan pesta lampion, di tutup dengan nyanyian-nyanyian merdhu sholawat dari Jamiyah Natasangin kemudian disirami tausiyah oleh Habib Ahmad bin Assegaf dari Moga Pemalang.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *